Cam kan ini Saudaraku........!!!!
Wahai..Saudaraku………
Kalau sudah panas hari,kau seperti kacang lupa akan kulitnya.
Mana..
Dimana ajaran Nenek kita dulu..Saudaraku ?
Kecil dikandung Ibu,besar dikandung Adat dan mati dikandung Tanah.
Kini setelah besar kau seperti…
Janggal menurut Adat…Saudaraku..
Namun perlu kau ingat lagi …
Adakah orang tua kehilangan tongkatnya untuk yang kedua kali ?
Atau memang itu yang kau inginkan?
Baiknya kau juga perlu mengingat kembali wejangan kakek kita dulu
Adat dijunjung,lembaga disanjung,pusaka sama dijaga..
Baik..baiklah saat ini aku memaklumi semua itu karena kau sedikit banyak telah mengakui kekeliruanmu itu.
Tapi ingat Saudaraku dengan malumu.
Jadilah ..
Lah berbaris nan berpahat,lah jalan nan berturut.
Jangan …tolong jangan lagi….
Menyisip padi dengan ilalang.
dan perlu kau ingat Saudaraku…
Aku Saudaramu ini..takkan mau lagi kehilangan anakku,setelah dulu kedua anakku kau ambil jadi asuhanmu.
Dan kau beruntung sekali wahai Saudaraku…
Aku saudaramu ini,masih memiliki ibu (Pertiwi) yang Pancasilais,dimana masih tertanam amalan dari butir 1,2,3,4,5 sila ke-Dua).
Kalau tidak….
Akan pasti ada Saudaraku….
Orang tua yang kehilangan tongkatnya untuk yang kedua kalinya.
Itu semua demi amalan sila ke-Tiga butir 1,2,3,4, dan 5 miliknya
Jadi sekali lagi ..sadarlah Saudaraku………….
Marilah kita
Duduk sehamparan,tegak sepematang
Jangan lagi kau….Pekak-pekak Badak nasehat Saudaramu ini.
Engkau menyingsingkan kaki celana,aku telah tiba di seberang.
Ingat……perihalmu itu Saudaraku
Pastinya aku sendiri akan berpegang teguh amanat ayahku…dulu
Tegak adat berpagar adat,tegak kaum berpagar kaum,tegak negeri berpagar negeri,tegak bangsa berpagar bangsa.
Jadi untuk itu tolong kau camkan semua ini Saudaraku……………….
Semoga pesan Saudaramu ini dapat mengingat kembali petuah dari kakek dan nenek kita serta wejangan orang tua kita masing-masing dulu.
Kalau sudah panas hari,kau seperti kacang lupa akan kulitnya.
Mana..
Dimana ajaran Nenek kita dulu..Saudaraku ?
Kecil dikandung Ibu,besar dikandung Adat dan mati dikandung Tanah.
Kini setelah besar kau seperti…
Janggal menurut Adat…Saudaraku..
Namun perlu kau ingat lagi …
Adakah orang tua kehilangan tongkatnya untuk yang kedua kali ?
Atau memang itu yang kau inginkan?
Baiknya kau juga perlu mengingat kembali wejangan kakek kita dulu
Adat dijunjung,lembaga disanjung,pusaka sama dijaga..
Baik..baiklah saat ini aku memaklumi semua itu karena kau sedikit banyak telah mengakui kekeliruanmu itu.
Tapi ingat Saudaraku dengan malumu.
Jadilah ..
Lah berbaris nan berpahat,lah jalan nan berturut.
Jangan …tolong jangan lagi….
Menyisip padi dengan ilalang.
dan perlu kau ingat Saudaraku…
Aku Saudaramu ini..takkan mau lagi kehilangan anakku,setelah dulu kedua anakku kau ambil jadi asuhanmu.
Dan kau beruntung sekali wahai Saudaraku…
Aku saudaramu ini,masih memiliki ibu (Pertiwi) yang Pancasilais,dimana masih tertanam amalan dari butir 1,2,3,4,5 sila ke-Dua).
Kalau tidak….
Akan pasti ada Saudaraku….
Orang tua yang kehilangan tongkatnya untuk yang kedua kalinya.
Itu semua demi amalan sila ke-Tiga butir 1,2,3,4, dan 5 miliknya
Jadi sekali lagi ..sadarlah Saudaraku………….
Marilah kita
Duduk sehamparan,tegak sepematang
Jangan lagi kau….Pekak-pekak Badak nasehat Saudaramu ini.
Engkau menyingsingkan kaki celana,aku telah tiba di seberang.
Ingat……perihalmu itu Saudaraku
Pastinya aku sendiri akan berpegang teguh amanat ayahku…dulu
Tegak adat berpagar adat,tegak kaum berpagar kaum,tegak negeri berpagar negeri,tegak bangsa berpagar bangsa.
Jadi untuk itu tolong kau camkan semua ini Saudaraku……………….
Semoga pesan Saudaramu ini dapat mengingat kembali petuah dari kakek dan nenek kita serta wejangan orang tua kita masing-masing dulu.

8 Komentar:
dah kawan camkan yow.. xixix...
salam anak pinyonk...
Saudara yang mana dulu nh...xaxaxa
pepatahnya beraaat men....
Riz@l:
Okay ats dukngannya,smoga dgn bhsa ini mengerti dan mau bebesar hati utk meminta maaf.slm kembali dari kwn haa..ha..
Planet Jingga:
sebuah cara kegeraman dr "Son Of Pertiwi" utk sdrnya yg menjengkelkan ha..ha..,smoga dgn ini ianya tak lagi berulah utk benar2 mengambil seorang lagi anak ibuku (Ibu Pertiwi)yaitu Ambalat,setlh dulu dia mengambil 2 anak ibuku(Sipadan-Ligitan).oya pepatahnya berat kemungkinan ada kata BADAK ya...ha..ha..
Thank's komen nya.
ada award tuh ambik ye...
slm knl..
Emang lah sedaghe kite kat sebeghang tu kadang2, buat sesak dade. Tapi ape nak dikate, pemimpin negeri ni terlalu santun dan sibuk bekace, sampai-sampai tak ade mase untuk membela anak-anak negeri yang kerap di pijak kaki.
Riz@l:
Ok.you..Trm Ksh.
Alfi:
Slm Kenal Kembali dr Alfarizzi
memang benar,kadang kegeraman saat ini bukan saja menyesakkan dada,namun telah memuncak dikepala
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda